Selasa, 15 Mei 2012

[Film] I am Number Four


Melanjuti menonton film, akhirnya pilihan saya jatuh ke film ini, berhubung mood saya lagi pengen yang action-action.

Agar dapat mengerti jalan ceritanya, saya browsing dulu tentang sinopsisnya. Ceritanya lumayan lah menurut saya, apalagi di angkat dari novel gitu. Alhasil saya juga jadi pengen ngoleksi bukunya. Ternyata eh ternyata, buku keduanya bahkan baru dirilis, berarti novelnya termasuk baru juga, tapi udah diangkat ke layar lebar. Sebenarnya saya lebih memilih membaca novelnya dulu baru menonton filmnya, hal yang menyebabkan saya sering telat nonton film, tapi kali ini.. yasudahlahya..

Bercerita tentang seorang makhluk dari planet lain dimana planetnya di hancurkan oleh sebangsa Mog (saya lupa nama mereka) sehingga terdapat sembilan bocah dari planet tersebut yang di-'titip'-kan ke bumi bersama seorang pengawal untuk masing-masing mereka.

Kesembilan bocah tersebut memiliki kekuatan masing-masing yang akan muncul jika sudah waktunya. San itulah tugas para pengawal, menjaga mereka hingga akhirnya mendapatkan kekuatan untuk bertarung melawan si bangsa Mog itu. Mereka hanya bisa dibunuh secara berurutan, dan nomor satu sampai tiga udah mati di awal film ini, sehingga hanya tersisa enam, dan inilah cerita tentang si nomor empat.

Saya tidak terlalu ingat nama manusia si nomor empat ini, berhubung dia sering berganti identitas dan berpindah tempat, dalam rangka menghindari kejaran bangsa Mog. Kemudian dia pindah ke daerah pinggiran, sepertinya, berkenalan dengan seorang gadis yang akhirnya membuatnya jatuh cinta dan memutuskan untuk tidak terus lari dari kejaran para bangsa Mog, melainkan menghadapinya. Di sekolahnya yang baru ini, seperti kehidupan sekolah di film-film pada umumnya, ada anak yang menindas dan tertindas, dan anak yang tertindas ini akhirnya menjadi temannya si nomor empat, ikut dalam petualangan si nomor empat mencari teman-temannya yang lain karena ia berpikir ayahnya yang seorang pengamat alien ada hubungannya dengan mereka.

Ngomong-ngomong tentang bangsa Mog, ngeliat wujud mereka di sini jadi keingat Voldemort, dengan kepala botak, kulit pucat, hidung yang nyaris nggak ada, mata yang hitam pekat. Bedanya bangsa mog ini seperti memiliki insang gitu di sekitar hidung mereka.

Filmnya lumayan meskipun adegan bertarung diakhirnya tidak terlalu bikin saya gregetan. Meskipun belum baca novelnya saja, saya bisa yakin film nya sedikit mengecewakan dari novelnya. Padahal biasanya saya hanya berkomentar begitu kalau udah baca novelnya. Biasanya untuk film yang saya tonton sebelum baca novelnya akan terkesan keren.

Ntah kenapa saya bisa membayangkan kalau membaca novelnya saya akan sering gregetan, nggak sabar menunggu cerita selanjutnya, dan akan sulit menghentikan membaca novelnya sebelum menamatkannya. Rata-rata novel bertipe seperti ini selalu membuat saya seperti itu. Apalagi di sini juga ada kemunculan si nomor enam, cewek yang juga akan ikut menemani perjalanan si nomor empat mencari teman-temannya.

Membaca sinopsis buku nomor dua, the power of six bikin saya makin tertarik untuk membaca ceritanya. Apalagi di sini akan ada kemunculuan teman-teman mereka yang lain, dengan cerita dan tokoh utama yang berbeda juga. Dan setelah buku kedua ini juga ada buku ketiganya kabarnya the rising of nine yang belum di terbitin tentunya. Terlepas dari filmnya yang tidak terlalu keren, saya cukup addicted untuk menunggu kelanjutan filmnya dan membaca novelnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Share It